01 August 2026       42 kali


BADES, 01 AGUSTUS 2026 – MTs Ma’arif NU Nurul Islam Bades menggelar kegiatan talk show edukatif bertajuk "Think Before You Speak, Think Before You Post: Belajar Bijak Berbicara dan Bermedia Sosial" pada Sabtu (1/8/2026). Acara yang berlangsung di Aula MTs Ma’arif NU Nurul Islam Bades ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 hingga kelas 9, jajaran ustaz-ustazah, serta seluruh karyawan madrasah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Azkia Ranu Ahsani (kelas 8C) dan Amiroh Alya Mafaza (kelas 9C) selaku pembawa acara. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Ustaz H. Ahmad Nahidl Mashury, menekankan pentingnya membentengi diri dari bahaya minuman keras serta bahaya perilaku LGBTQ+. Sejalan dengan hal tersebut, Ustazah Marya Ulfa selaku guru Bimbingan Konseling (BK) memberikan penyuluhan mengenai pencegahan aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Pada acara inti yang dipandu oleh Ustaz Muhammad Muhtadi  selaku moderator. Pemateri dalam kegiatan talk show adalah Ustaz Reza Wasilul Umam, M.Psi. Beliau memaparkan materi utama terkait etika dan kesopanan. Beliau menegaskan bahwa sopan santun, seperti menghormati guru, menghargai sesama teman, dan menjaga kebersihan merupakan pilar utama etika sekolah.

Selain itu, Ustaz Reza menguraikan urgensi etika dunia digital (netiquette). Beliau menjelaskan bahwa media sosial memiliki dampak positif sebagai wadah kreativitas, pembuat koneksi, dan kemudahan berbagi informasi. Namun, dampak negatifnya juga memprihatinkan, seperti maraknya hoaks, cyberbullying, kecanduan, gangguan kesehatan mental, hingga kenakalan remaja. Oleh karena itu, peserta diimbau menjaga privasi dengan tidak terlalu sering mengunggah foto atau video, tidak sembarangan memfoto orang lain, serta tidak membagikan lokasi pribadi. Hal-hal seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, hate speech, dan oversharing menjadi poin utama yang wajib dihindari

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan tata krama dan etika berkomunikasi secara bijak, baik di kehidupan nyata maupun di media sosial.