29 October 2023       333 kali


Pasirian - Madrasah Tsanawiyah Unggulan Ma'arif NU Nurul Islam Bades Menggelar kegiatan rutin anjangsana guru yang bertempat dikediaman Ustad Muhammad Fajar Susanto di dusun Krajan desa Bades. kegiatan ini merupakan kegiatan khusus dewan guru dan staf selama sebulan sekali. pada kesempatan kali ini Ustad H. Minanurroham memberikan tausiyahnya dengan menggunakan kitab Sulam Taufiq dan melanjutkan pertemuan bulan kemarin yang membahas tentang Menjaga Hati. Minggu, (29/10/2023).

"Pada akhir bulan November akan ada penilaian akhir semester dan kami mohon materi yang belum tuntas segera diselesaikan. Dan MTs. Ma'arif NU Nurul Islam Bades, MTs. Putri Nurul Masitoh, dan MTs Darul Falah ditunjuk sebagai pembuatan soal kurikulum merdeka khususnya kelas VIII dikarenakan LP Ma'arif NU Kabupaten Lumajang menyediakn soal kurtilas. dan untuk pelaksanaan PKKM akan ditunda pada bulan yang akand atang, dikarenakan Bapak kepala Madrasah ada kegiatan dinas luar dengan beberapautusan dari Kemenag Kab. Lumajang,". Ujar Bapak Mohammad Safik, S.Pd., M.Pd dalam sambutannya.

Ustad H. Minanurrohman dalam kesempatan kali ini akan membacakan kitab sulam taufiq yang membahas tentang sifat wajibnya mengiasai mukmin, adapaun isinya sebagai berikut:


Abdullah bin Alawi Al-Hadad ra, berpendapat dalam kitabnya yang berjudul “Nashaaihud Diniyyah”, bahwa semua itu adalah beberapa sifat yang wajib menghiasi setiap mukmin. Inilah sedikit pendapat darinya agar orang mukmin sebagai orang yang khusyu’ dan tawadu’ (rendah hati), takut dan merasa khawatir karena Allah swt, berzuhud di dunia, qana’ah dengan hal yang sedikit, dan berinfaq dengan kelebihan hartanya, memberi nasehat kepada hamba Allah swt. dengan belas kasih kepada mereka, memerintahkan dengan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Konsisten terhadap beberapa ibadah yang memberi petunjuk pada kebaikan serta mengajak kepada petunjuk yang bersifat diam, santai, belas kasih, dan bersifat tenang yang baik budi, bijaksana, merendah kepada orang mukmin, tidak sombong, tidak bertindak lalim, tidak loba terhadap manusia, tidak berambisi terhadap dunia, dan tidak mendahulukan urusan dunia, mengakhirkan urusan akhirat, tidak suka mengumpulkan harta, juga tidak menolak haknya harta, tidak kurang ajar, sombong kepada orang mukmin, dan tidak bicara kasar, tidak suka membantah, bercekcok, membantah kebenaran, dan tidak berhati keras, tidak buruk budi, tidak berpandangan sempit, tidak menjilat (mengambil muka), menipu memalsukan dan tidak mendahulukan orang kaya dari orang fakir, tidak terus-menerus mendatangi para Raja, tidak diam karena tidak setuju, kepada mereka padahal ia mampu, juga tidak suka kemegahan, harta, kekuasaan, akan tetapi bagi orang mukmin adalah membencinya, tidaklah ia menyandangnya melainkan adanya hajat atau karena darurat.